PAKAN AYAM BANGKOK

Pemberian pakan ayam bangkok

Pakan/Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kondisi ayam bangkok.Pakan yang diberikan harus mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh ayam.  Zat-zat yang dibutuhkan tersebut sebagi berikut :

  • Protein.Berfungsi sebagai zat pembangun tubuh.Protein berguna untuk meningkatkan jumlah otot serta daging,sehingga sangat dibutuhkan oleh anak ayam yang sedang tumbuh sampai berumur 6 bulan dan yang sedang dipersiapkan untuk diadu.Untuk menambahkan protein,para pemilik ayam sabung sering menambahkan cincangan daging kambing dalam pakan untuk ayamnya.
  • Lemak.Zat ini juga dibutuhkan ayam yang sedang tumbuh.Bagi ayam yang akan disabung,lemak tidak terlalu perlu.Ayam sabung justru harus langsing,singset,dan padat tubuhnya.Jika terlalu banyak lemak,ayam akan keberatan badan sehingga mudah lelah atau tidak mapu untuk memukul.
  • Karbohidrat.Zat ini sangat dibutuhkan oleh ayam sabung untuk menjaga stamina.Stamina ayam memang harus diperhatikan karena harus bertarung 5-6 ronde,setiap ronde lamanya 15 menit.
  • Vitamin dan mineral. Dua zat ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kelincahan ayam sewaktu bertarung,meskipun jumlah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak,hanya 1-2% dari total ransum.Vitamin dan mineral juga berguna sebagai katalisator dalam proses metabolisme.Pemberian vitamin B kompleks sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas ayam sabung.Kedua unsur tersebut sangat dibutuhkan untuk metabolisme dan pertumbuhan fisik ayam,seperti pertumbuhan tulang, mencegah kelumpuhan,dan menghindarkan kecacatan pada kaki.
  • Air. Selain pakan,ayam juga membutuhkan air.Air ini antara lain digunakan untuk proses metabolisme.Air juga diperlukan sebagai pelarut.Hampir 60% tubuh ayam terdiri atas air yang juga berguna dalam proses pencernaan,mengatur suhu badan, dan menyeimbangkan atau mengatur berbagai zat di dalam tubuh ayam.
  • Hijauan.Hijauan merupakan pakan tambahan bagi ayam bangkok. Biasanya hijauan diberikan sejak anak ayam berumur dua bulan.Pakan hijauan berupa kecambah kacang hijau(toge),kangkung,daun pisang,dan hijauan lainnya yang mengandung air dan tidak memberikan efek racun bagi ayam.
  • Grit.Grit adalah bahan yang digunakan untuk membantu pencernaan ayam di tembolok,yaitu berupa kulit kerang atau cangkang bekicot.Grit bisa diberikan kepada ayam muda di dalam kandang umbaran.Grit tidak boleh diberikan kepada anak ayam di bawah umur tiga bulan karena akan mengganggu atau melukai pencernaannya.
Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

PENCEGAHAN PENYAKIT AYAM

Pencegahan penyakit ayam

Dalam memelihara ayam bangkok maupun ayam lain pada umumnya, dapat terjadi banyak sekali variasi penyakit yang sudah sangat dipahami atau familiar bagi peternak,baik peternak ukuran kecil,menengah maupun skala besar.
Berbicara keberhasilan mengenai peternakan(tanpa tergantung skala bisnisnya)oleh seorang peternak ditentukan dari pengetahuan dan pemahaman dengan pengenalan sumber hambatan dan ancaman dari penyakit yang mungkin dapat menjadikan ledakan penyakit menular dan berakibat sangat merugikan.Oleh sebab itu,pengamanan dan menjauhkan ternak ayam dari sumber wabah dan hambatan potensial tersebut menjadi prioritas dan perhatian khusus.
Dimulai dengan pemilihan indukan yang unggul, pengelolaan yang baik,sanitasi,peningkatan daya tahan ayam dengan vaksinasi dan usaha menjauhkan ternak ayam dari sumber penyakit adalah kunci sukses dalam beternak ayam.

Pada prinsipnya,penyakit ayam dapat disebabkan oleh 3 macam hal utama yaitu :

 

  1. Penyakit yang menular dan disebabkan oleh bakteriprotozoa,virus,parasit dan jamur.
  2. Penyakit yang disebabkan oleh faktor atau sebab lainnya.
  3. Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat-zat makanan yang diperlukan dalam perkembangan dan ketahanan tubuh ayam yang lebih disebabkan karena ketergantungan ayam pada kualitas makanan yang diberikan oleh peternak
Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

CARA MELATIH FISIK AYAM

Persiapan Phisik Ayam

Ayam yang akan turun ke gelanggan,biasanya kami berikan training minimal selama 30 hari penuh. Beberapa training yang kami lakukan setiap harinya yaitu:
Memberikan sedikit senam pada ayam di pagi hari (antara Jam 8-9 pagi) untuk melatih dan melenturkan otot2.Training2 yang dapat dilakukan antar lain:
  • Senaman leher, dengan cara memutar leher ayam dengan tangan kearah kiri dan kanan sebanyak  masing2 30 putaran Putaran jangan dilakukan terlalu cepat,lakukan kira2 1 detik per putaran.Fungsi senaman leher adalah melatih otot2 leher agar lebih lentur sewaktu menekuk leher lawan ataupun mencari kepala lawan untuk dipukul.
  • Senaman badan,dengan cara memutar badan ayam kearah kiri dan kanan masing2 30 putaran. Ayam diputar dengan cara memasukkan tangan kita ke salah satu celah sayap ayam dan memutarnya secara perlahan (putaran kanan tangan di sayap kir, dan sebaliknya).Fungsi senaman badan adalah untuk membiasakan ayam melakukan putaran saat bertarung,khususnya posisi kaki2 dan badan.
  • Senaman sayap + kaki,dengan cara mengangkat ayam pada dada dengan menggunakan telapan tangan. Ayam akan terlihat seakan-akan memberikan pukulan kaki ke lawan di depannya sekaligus mengepakkan sayapnya.latihan ini dapat diberikan 30 kali.
  • Senaman kaki,dengan cara menekang punggung ayam ke arah bawah sambil mendorongnya ke arah depan.Latihan ini biasa disebut dengan push-up ayam.latihan juga dapat diberikan 30 kali setiap harinya.
  • Senaman sayap,dengan cara menjantur ayam.Dalam menjantur ayam,jangan sekali2 melakukan janturan secara statis,maksudnya ekor ayam dipegang trus menerus di atas sampai beberapa detik. Janturan statis hanya akan membuat kerusakan pada ekor ayam dan tak jaran menyebabkan kerusakan pada pinggang ayam. Janturan yang lebih bagus akan “Janturan ikutan”. Dimana ayam diangkat setinggi2nya dengan kedua tangan, satu tangan memegang dada ayam dan satunya lagi memegang ekor di dekat panggal. Kemudian tangan di dada ayam di lepas sambil tangan satunya yang memegang pangkal ekor ikut turun kebawah searah dengan jatuhnya ayam.Latihan ini dapat dilakukan 5-10 kali.
  • Senaman di atas sudahlah cukup di pagi harinya dan biasanya akan memakan waktu 5-10 menit untuk menyelesaikan seluruh senaman tersebut. Setelah ayam mendapat senaman2,maka ayam kita lepaskan sebentar untuk melemaskan kembali otot2nya sekitar 5 menit,kemudian langsung bisa dimandikan dan dijemur di panas pagi hari. Memandikan ayam tidak perlu terlalu basah,ini hanyalah untuk menyegarkan ayam setelah memperoleh senaman.Ayam dijemur jangan terlalu lama,15 menit waktu penjemuran sudahlah cukup.Dan setelah dijemur,ayam bisa dilepas kembali ataupun dimasukkan ke kandang umbaran sampai siang hari.Dan di siang hari ayam diistirahatkan di kandang tidurnya, kalau istilah kami diberikan “Bobok Siang”.
Setelah memperoleh Bobok Siang, di sore hari di pukul 16.00-17.00 ayam kembali kita beri training.Training yang akan kita berikan adalah “Training Lari” yang dapat dilakukan melalui lari kurung/songkok (sorry kalo istilahnya beda di kota lain, yang saya pakai adalah istilah medan hehehe).
Untuk lari kurung, alat bantu yang kita perlukan yaitu sepasang kurunan ukuran besar dan kecil dan 1 ekor ayam pejantan lainnya. ayam jantan lainnya di letakkan di dalam kurungan kecil, kemudian ditutup kembali dengan kurungan besar sehingga terdapat jarak sekitar 10cm. Kemudian ayam yang akan kita latih dilepaskan di luar kurungan besar. Bila kita lakukan hal ini,maka ayam yang menerima latihan akan mencoba untuk bertarung dengan ayam yang terletak di dalam kurungan kecil.Dan karena adanya jarak antar kurung kecil dan besar,maka ayam akan trus mencari2 celah untuk bertarung yang akhirnya membuatnya berlari trus menerus mengelilingi kurungan besar.Lari ayam akan dimulai perlahan dan semakin cepat sejalan dengan semangatnya untuk bertarung. Latihan ini bisa kita lakukan 15-30 menit setiap harinya.
Setelah memperoleh latihan lari,ayam kembali kita lepaskan 5 menitan untuk melemaskan otot2nya. Dan setelah itu ayam akan kita berikan vitamin dan suplemen yang akan kami jelaskan pada tulisan berikutnya.
Setelah sehari-melakukan rawatan Phisik ayam seperti pada tulisan kami sebelumnya maka training yang selanjutnya harus kita lakukan adalah memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam.Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.
Dalam waktu 30 hari,semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh.Jajal bisa dilakukan 5 kali sehari, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali,sehingga dalam waktu training 30 hari,ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00,dan bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan.di Jajalan pertama,tidak perlu dilakukan terlalu lama,biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung.Paruh dan jalu yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik2 yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot2 ayam.Sampai dengan jajal ke-2,kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus,akan tetapi durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2×10 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 3×10 menit,dan disini,paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus,akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus.Di jajal ke-5 ini,akan terlihat perbedaan dan peningkatan gaya,kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih.Biarkan dia sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya terbungkus,sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya.Mental dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan mudah.Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung,akan tetapi hal ini sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih.Di jajal ke-5 ini,bisa kita pastikan,kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul,maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2 vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6,latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak dibungkus lagi,akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih.Jajal ke-9 tetap selama 3×10 menit.Di jajal ini ayam yang kita latih akan merasakan bagaimana menerima patukan2 dan banyak pukulan dari lawan.Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan.Hal yang kita harapkan adalah,semakin banyak patukan dan darah di mukanya,maka semakin tinggi semangat dan mental tarungnya.Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bawah semakin banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya (but who knows….).
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya.Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan tetapi senaman pagi tetap kita lakukan.Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada ayam.Bila di jajal ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka,maka pengobatan harus dilakukan agar luka2 cepat kering dan sembuh.Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai lebih bagi ayam,karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai,maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan.Bagi kami,jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full 5×10 menit ataupun sampai lawannya lari,akan tetapi diusahakan untuk mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan maksimal tarung 5×10 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5×10 menit durasi tarung,bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi,maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi tarung minimal 5×10 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa,sebisanya lawan2 tanding yang diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak.
Akhir kata,semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih,maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya.Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian,karena kalau tidak,tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.

Setelah kita selesai melakukan latihan senaman, latihan jajal serta menjaga pola makan dan suplemen sehari-hari pada ayam yang kita latih,maka hal yang tetap perlu kita lakukan adalan melihat sejauh mana perkembangan kemajuan persiapan ayam untuk turun ke gelanggang.Seluruh latihan dan pola makan yang kita berikan kita harapkan nantinya akan mampu memberikan hasil yang maksimal sewaktu ayam bertarung di gelanggang yang akhirnya akan membuahkan kemenangan.
Dan sebagai penutup, hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah memberikan usaha terakhir sebelum ayam turun di gelanggang.Dan hal ini kita lakukan adalah tepat di malam hari sebelum ayam turun ke gelanggang.Hal yang kita lakukan dengan memberikan suplemen terakhir bagi ayam kesayangan kita.Suplemen yang diberikan ditujukan agar ayam mampu mengeluarkan dan menghasilkan tenaga yang maksimal sewaktu bertarung.
Banyak macam suplemen terakhir yang diberikan sebelum bertarung, akan tetapi hal yang biasa kami berikan adalah dengan memberikan suntikan suplemen Neurobion cair sebanyak 2-3cc.Memang ini terkesan seperti memberikan dopping ke ayam,akan tetapi dari pengalaman yang kami peroleh cukup baik memberikan hasil bagi ayam yang diturunkan ke gelanggang.
Neurobion cair dapat dibeli secara bebas di apotik,dan ini memang diperuntukkan bagi manusia untuk meningkatkan stamina,dan bagi ayam hal yang sama juga dapat kita peroleh.
Akan tetapi,pemberian suntikan neurobian tidak bisa sembarangan dilakukan,biasanya suntikan diberikan tepat di malam hari sebelum ayam turun ke gelanggan di besoknya dan diberikan pada saat ayam benar-benar dalam kondisi tenang,dan biasanya kami berikan tepat saat ayam akan tidur di malam hari.
Banyak pertanyaan mengapa hal ini harus dilakukan pada saat kondisi ayam sedang tenang dan saat hampir tidur. jawabannya adalah karena cairan neurobion ataupun sejenis dopping ayam lainnya akan secara langsung berpengaruh terhadap metabolisme ayam khususnya aliran darah dan jantung ayam.Sehingga bila diberikan saat ayam sedang aktif,maka lebih cenderung menyebabkan ayam menjadi semakin aktif bahkan bisa2 tidak tidur semalaman yang menyebabkan kecapaian di besok harinya. Dan tak jarang menyebabkan efek negatif terhadap ayam seperti pernafasan yang berat (mulut cengap2) dan bisa2 muka ayam menjadi merah padam bahkan biru. Sehingga atas alasan inilah mengapa pemberian harus kita lakukan saat ayam tenang dan hampir tidur sehingga tubuh ayam lebih gampang menyesuaikan cairan/dopping yang baru disuntikkan padanya.
Perlu diingat bahwa pemberian neurobion ataupun dopping lainnya haruslah sesuai dengan dosisnya, jangan pernah memberikan suntikan neurobion lebih dari 3cc karena hanyalah efek negatif yang jadinya akan timbul pada ayam.Dan setelah diberi suntikan, maka sebisa mungkin ayam harus benar2 bisa kita istirahatkan dan tidur bila ayam menjadi semakin aktif maka bisa dipastikan besok hari bukanlah waktu yang tepat untuk menurunkannya ke gelanggang
Di pagi hari sebelum ayam kita bawa ke gelanggang, hal terakhir yang biasa kami lakukan adalah memberikan ayam setengah jempol gula merah lunak dan parutan 1/4 timun dan diberikan minum secukupnya.Ayam tidak perlu diberikan makan karena masihlah cukup kandungan gizi dari hasil pemberian kita di hari2 sebelumnya.Dan jangan lupa, pemberian suplemen vitamin,minyak ikan,telur puyuh, dll harus di stop 1 hari sebelum ayam diturunkan ke gelanggang.
Akhir kata,setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggan dapat menang.
Jangan lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan ayam,  Kalau memang kita memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka menang atau kalah adalah hal yang biasa dan harus kita terima.Tapi walaupun gitu paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal pada ayam kesayangan kita.
Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

AYAM TURUN URAT

Ayam turun urat

Turun urat adalh salah satu penyakit pada ayam yg cukup mengganggu,khususnya di dalam pergerakan sehingga menyebabkan keterbatasan gerakan saat melakukan tarung ataupun berjalan.Dari beberapa pengalaman yang didapat para rekan-rekan penghoby ayam bangkok,mereka punya beberapa pengalaman dalam melakukan perawatan ayam yg turun urat dan cukup berhasil/sembuh.

Penyebab terjadinya turun urat pada ayam dapat disebabkan beberapa hal yaitu:
Ayam yg terlalu muda waktu di Gebrak atau ayam muda di gebrak lawan ayam tua, dimana ayam yang terlalu muda struktur tulang dan otot-otornya masih belum maksimal dan kuat.Pada kasus yg lain,ada juga ayam yg cukup umur tapi bisa turun urat karena benturan yg terlalu keras.

Ciri-ciri ayam yang mengalami turun urat:
Sesudah di Gebrak kaki ayam lebih panas dari biasanya ini bisa di ketahui dgn cara meraba.Ayam suka mengangkat kakinya dan saat berjalan terlihat pincang dan tidak mau bertumpu pada kaki yang mengalami turun urat.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan:
(sesering mungkin)kaki ayam yang turun urat diperban/dibungkus dgn kain dgn menempelkan Daun SERE yg di tumbuk halus.Diusahakan agar kaki ayam bisa menginjak tanah(dibungkus seperti merawat orang patah tulang).Di saat akan mengganti DAUN Sere,sebaiknya kaki ayam di rendam dgn air dingin/air es beberapa menit,kemudian dibungkus lagi seperti semula.Ayam diberi minum obat Rheumatik atau sejenisnya.Mudah2an dengan melakukan terapi trsebut penyakit turun ayam akan dapat tersolusikan.

Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

Bulu Ayam Bangkok Jawara

Bulu ayam jawara

Salah satu bagian menarik dari penampilan ayam aduan adalah warna bulunya. Warna bulu ayam jago begitu beragam.Ada beberapa penghobi yang justru suka mengoleksi berbagai warna tapi ada juga yang fanatik pada warna-warna tertentu.

Berikut adalah beberapa nama ayam berdasarkan corak dan warna bulunya:

WIRING
Bulu ayam bangkok jantan yang paling populer dan berkelas adalah warna wiring.Corak warna ini adalah terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan rawis ekor berwarna kuning kemerahan.Jika warna rawis yang dominan adalah kuning keemasan,maka disebut sebagai WIRING KUNING.Jika warna rawis cenderung merah tua kecoklatan disebut WIRING GALIH.

WANGKAS
Berbeda dengan wiring yang memiliki warna dasar hitam,ayam wangkas memiliki warna dasar yang hampir sama dengan rawisnya yaitu kuning kemerahan.Jika warna bulu cenderung kuning keemasan disebut WANGKAS EMAS dan jika warna lebih gelap kemerahan disebut dengan WANGKAS GENI.

KLAWU
Warna klawu memiliki warna dasar abu-abu.Jika rawisnya berwarna gelap atau abu-abu kehitaman disebut dengan KLAWU KETHEK dan jika rawisnya berwarna kuning kemerahan disebut KLAWU GENI.

BLOROK
Warna blorok adalah kondisi ketika bulu ayam berwarna totol-totol dan merupakan kumpulan dari berbagai warna.Warnak blorok yang sederhana biasanya hanya terdiri dari warna dasar putih bertotol hitam dengan rawis berwarna merah.Namun warna blorok akan dianggap istimewa jika kombinasi warna dasarnya lengkap,yaitu putih, hitam, merah dan hijau dengan rawis putih kemerahan.Warna ini disebut dengan BLOROK MADU.

JRAGEM
Warna ini adalah warna hitam,berikut rawisnya.Jika kulit tubuh,paruh,mata serta sisiknya hitam semua,disebut warna CEMANI.Untuk ayam bangkok jarang yang memiliki warna ini.Warna ini biasanya terjadi bila ada garis keturunan yang bersilangan dengan ayam kampung jenis Cemani.

JALI
Warna jali adalah warna blirik yang merupakan campuran beberapa warna tapi dalam noktah atau garis-garis kecil.Ini berbeda dengan blorok yang cenderung berpola totol.Jarang ayam bangkok yang berwarna jali.Ada orang tertentu yang sangat memburu bangkok asli dengan warna ini karena kelangkaannya dan berkesan eksotis.

PUTIH
Ayam bangkok dianggap berbulu PUTIH SETA bila ayam bangkok berbulu putih semua baik warna dasar maupun waris.Beberapa ayam jenis ini ada juga yang memiliki rawis warna lain tetapi warna dasarnya adalah putih.

Warna-warna ayam di atas adalah warna-warna utama.Dalam persilangan lebih lanjut bisa saja masing-masing warna memiliki varian yang beragam.Sebagian pengadu menganggap warna sebagai standar kualitas. Warna WIRING dan WANGKAS adalah warna paling berkelas dibanding warna-warna lain.

Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

PENYAKIT NGOROK PADA AYAM BANGKOK

Penyakit ngorok

Penyakit Ngorok biasa dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac.Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum.Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu.Penularan terjadi melalui kontak langsung,peralatan kandang,tempat makan dan minum,manusia… Lihat Selengkapnya,telur tetas atau DOC yang terinfeksi.

Faktor predisposisi atau faktor pendukung
– Kondisi kandang yang lembab
– Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
– Litter yang kering
– Kadar amonia yang tinggi.

Cara penularan
Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal.Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat.Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan,tempat pakan,hewan liar maupun petugas kandang.

Gejala klinis
Ngorok basah,adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya.Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.

Pengobatan
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral,mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum,tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.

Pencegahan
Membeli ayam baik indukan,pejantan,dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD).Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam.

kertamukti – cipatat – bandung barat

Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar

SEJARAH AYAM BANGKOK

Sejarah Ayam Bangkok

Ayam Bangkok amat terkenal di kalangan pehobi ayam petarung di Indonesia. Ayam yang berasal dari Thailand itu diakui punya kualitas yang bagus sebagai jagoan di arena. Jadi, jangan heran bila di pasaran ada banyak ayam bangkok yang dijual. Soal kualitas pun beragam, dari yang bermutu impor sampai hasil silangan lokal. Lantas bagaimana cara memilihnya?

Menurut Iwan Tanjung, peternak kawakan, ciri-ciri umum ayam bangkok dapat dilihat dari batok kepala dan tulang alis yang tebal, kepala berbentuk buah pinang, bulu mengilap dan kaku, kaki bersisik kasar, saat berdiri sikap badannya tegak, mata masuk ke dalam, pukulan keras dan akurat serta pandai memukul bagian vital lawan.
Iwan juga mengingatkan untuk berhati-hati waktu memilih ayam bangkok yang akan dijadikan jagoan. Jangan sampai Anda merasa kecewa lantaran ayam yang ditawarkan tak sesuai dengan harapan. Sebab saat ini ayam bangkok yang beredar di pasaran cukup banyak jenisnya. Ada yang beneran impor, anakan impor, dan ada pula yang lokal.
“Kualitas ayam bangkok impor biasanya 80% lebih unggul dibanding lokal. Itu bisa dilihat dari gaya bertarung, daya tahan tubuh, maupun kekuatan pukulannya,” jelas Iwan yang sudah hobi menyabung ayam sejak dari tanah kelahirannya, Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Faktor-faktor krusial yang amat berpengaruh pada mutu ayam bangkok impor: kualitas bibit (genetik), perawatan yang tepat sejak usia dini, dan pemberian vitamin secara teratur.
Dr. Nisit Tangtrakarnpong dalam tulisannya pada Bangkok Post edisi Maret 2001 menyebutkan kriteria dan sosok ayam bangkok yang ideal untuk dijadikan ayam petarung. Ayam ini harus punya fisik yang kuat, mental bertanding yang baik dan berasal dari keturunan juara. Salah satu keturunan ayam bangkok berkualitas di Thailand berasal dari Kerajaan Ayutthaya. Raja Naresuan yang memerintah kerajaan itu punya kegemaran mengadu ayam.
“Seekor ayam aduan bisa mulai diadu jika umurnya sudah delapan bulan. Atau paling nggak sudah dapat latihan tarung sebanyak 2 sampai 3 kali dengan ayam yang sudah berpengalaman,” sebut Iwan, peternak kelahiran 15 November 1961. Tiap kali latihan dibutuhkan waktu bertahap dari 1 x 10-15 menit sampai 2 x 45 menit. Sebetulnya umur terbaik sebagai ayam petarung adalah 1,5 tahun atau setelah ayam mengalami rontok bulu pertama (mabung).

Sejarah Ayam Bangkok
Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.
Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok.
Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu.
Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dari Thailand.
Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri PM Thaksin Sinawatra itu. Ayam yang bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.
Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja, pada generasi berikutn ya, Mr. Thao Chai dari Thailand berhasil menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr. Thao memberi nama jagoan baru itu, Diamond atau Van Phet.
Menurut Iwan, Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand, ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.
Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara, Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.
Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.
Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri (lokal) tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam bangkok.

Kertamukti-Cipatat-Bandung Barat

Dipublikasi di Ayam Bangkok | Tinggalkan komentar